Image
January 02, 2018 0 pts 574

Akhirnya Blok Minyak Mahakam di Kuasai Pertamina Indonesia

Suara sirene meraung di ballroom club house komplek perumahan Total E&P Indonesie Gunung Utara di Balikpapan Kalimantan Timur. Raungan sirene menandai peralihan pengelolaan Blok Mahakam dari operator lama, Total E&P Indonesie (TEPI), kepada PT Pertamina Hulu Mahakam.

"Dengan ini secara resmi pengelolaan Blok Mahakam diserahkan pada Pertamina Hulu Mahakam," kata Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, Amien Sunaryadi, di Balikpapan, Minggu (31/12/2017) pukul 22.30 Wita.

SKK Migas menjadi saksi prosesi peralihan pengelolaan Blok Mahakam yang kontraknya tepat paripurna saat pergantian tahun 2018. Per hari ini (1/1/2018), Pertamina melalui cucu perusahaan PT Pertamina Hulu Mahakam ditunjuk pemerintah Indonesia untuk menggantikan TEPI sebagai operator blok migas di Kutai Kartanegara.

Manajemen Total sebenarnya mendapat penawaran hak pengelolaan dari pemerintah Indonesia sebesar 39 persen bersama Pertamina Hulu Mahakam. Mereka masih mempertimbangkannya.

"Prosesi peralihan kali ini dilakukan antar-dua perusahaan migas yang memiliki kualifikasi kelas dunia. Ini hanya proses biasa saat kontrak pengelolaan selesai dan diberikan pada pihak lain. Hanya persoalan bisnis biasa antar-dua perusahaan," papar Amien.

Meski begitu, Amien mengapresiasi manajemen Total yang sepenuh hati mendukung agar proses peralihan pengelolaan Blok Mahakam berjalan lancar. TEPI dianggap mampu mempertahankan produksinya di kisaran 1,64 BCFD gas dan 64 ribu BOD likuid (minyak dan kondesat).

Kinerja itu tidak mengherankan karena TEPI masuk daftar 30 besar perusahaan dunia yang tercatat Majalah Fortune Global 500. Sebaliknya, Pertamina masih di urutan 289 dalam daftar perusahaan perusahaan terbaik seluruh dunia itu.

"Meskipun peringkat 289, Pertamina menjadi perusahaan satu satunya di Indonesia yang masuk di peringkat Fortune Global 500," imbuh Amien.

Peralihan pengelolaan Blok Mahakam dari Total ke Pertamina pun termasuk para karyawan. Amien berharap peralihan para karyawan eks Total ke manajemen Pertamina Hulu Mahakam mampu membawa pengaruh positif ke seluruh lingkungan Pertamina.

Selama 50 tahun mengelola Blok Mahakam, menurut Amien, para karyawan Total mengantongi nilai sempurna dalam hal kesadaran keselamatan, performa, produksi hingga biaya produksi.

"Harapannya kualifikasi kelas dunia ala Total bisa ditularkan pada Pertamina sehingga terus mampu meningkatkan produksi Blok Mahakam," katanya.

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, menegaskan komitmennya agar Blok Mahakam mampu menjadi salah satu lumbung energi dalam negeri pada masa mendatang. Optimisme Syamsu didasari pada para karyawan eks Total yang bergabung dengan Pertamina Hulu Mahakam.

Produksi Blok Mahakam
Menurut data SKK Migas, Syamsu menyebutkan produksi Blok Mahakam mencapai 1.360 juta kaki kubik gas dan 52 ribu barrel kondesat per hari. Data itu hasil produksi Total per November 2017.

Sesuai program kerja dan anggaran 2018, Syamsu menargetkan produksi Blok Mahakam mencapai 916 MMSCF gas dan 42,01 ribu barrel kondesat per hari. Artinya, Blok Mahakam sebagai produsen migas nasional nomor satu diharapkan menyumbang 30 persen produksi gas dan minyak nasional pada 2018 dari kantong Pertamina.

Target ini cukup realistis lantaran cadangan sumber daya alam Blok Mahakam masih berpotensi. Saat ini, menurut Syamsu, cadangan di Blok Mahakam masih sebesar 4,9 TSCF (juta kaki kubik) gas, 57 juta barrel minyak, dan 45 juta barrel kondensat hingga 2037.

Namun begitu SKK Migas pun berpikir untuk segera melakukan pengeboran sumur baru agar tidak memutus aliran gas dan kondesat yang sudah ada saat ini. Kebetulan selama beberapa bulan terakhir, Pertamina dan Total sudah melakukan pengeboran sumur baru.

Presiden Direktur Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, menambahkan sudah dilakukan 14 pengeboran sumur baru sejak Juli 2017. Tidak tanggung-tanggung, Pertamina mengeluarkan dana investasi 130 juta US dolar atau sekitar Rp1,7 triliun.

"Namun kerjasama dengan Total bisa menghemat hingga 25 persen dari anggaran yang sudah disiapkan," ujarnya.

Melihat evaluasi sementara hasil pengeboran sumur baru ini, Bambang makin optimistis dengan melimpahnya potensi kandungan gas dan kondesat yang masih tersimpan di Blok Mahakam. Dengan adanya tambahan produksi 14 sumur baru ini, katanya, produksi gas Blok Mahakam langsung ada peningkatan sebesar 40 MM gas per hari.

Bambang mengaku sudah mengantongi izin SKK Migas agar bisa mengebor 69 sumur baru dengan investasi mencapai 1,7 miliar US dolar atau sekitar Rp 22,1 triliun pada 2018.

Pertamina sebenarnya berambisi langsung melakukan pengeboran 100 hingga 120 sumur baru di Blok Mahakam pada 2018. Namun lantaran harga minyak mentah dunia masih labil, Pertamina pun hanya merealisasikan pengeboran 69 sumur.

24 pegawai menolak bergabung
Ada 1.919 karyawan TEPI yang sudah membubuhkan tanda tangan untuk bergabung dengan Pertamina Hulu Mahakam. Sementara 24 orang pegawai lainnya menolak lantaran usianya mendekati masa pensiun dan ingin berwiraswasta.

Apapun, Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional TEPI Budi Satria menghargai proses transisi karyawan TEPI ke Pertamina Hulu Mahakam. Budi mengatakan, proses negosiasi kontrak pegawai berlangsung sejak 8 Juni 2015.

Para pengurus Serikat Pekerja menemui langsung Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, untuk meminta jaminan kesejahteraan seluruh karyawan dan kesetaraan jenjang karier di tubuh Pertamina. Dan Pertamina pun menyanggupi.

"Kami meminta kesejahteraan minimal sama dengan saat masih jadi pegawai TEPI. Kalau ditingkatkan malah lebih baik," tegasnya.

Seluruh karyawan pun semangat menyambut proses peralihan di bawah bendera manajemen Pertamina. Ini kesempatan bagi orang Indonesia untuk menunjukkan prestasinya mengelola blok migas skala internasional seperti Blok Mahakam.

"Ini menjadi tantangan baru bagi kami untuk menunjukkan kemampuannya mengelola Blok Mahakam. Sebelumnya pengelolaannya selalu dikendalikan dari Prancis dan saat ini di dalam negeri saja," ujarnya.

TEPI masih dalam proses penyelesaian pembayaran hak karyawan, di antaranya penghargaan atas pengabdian dan tunggakan cuti bagi 2.000 karyawan. Budi menyatakan, besaran penghargaan pengabdian disesuaikan masa kerja berikut jenjang kepangkatan pegawai bersangkutan.

Akhir perjalanan sejak 1967
Blok Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara bermula sejak 1967 ketika Total menjalin kesepakatan joint venture dengan Inpex Ltd. TEPI kemudian ditunjuk menjadi operator.

Lima tahun kemudian ditemukan cadangan migas di Lapangan Bekapal, lalu di Lapangan Handil dan Tambora pada 1974. Dua tahun berselang terminal Senipah mulai beroperasi.

Pad 1997, TEPI dan Inpex memperpanjang kontrak kerja. Hingga kini, Blok Mahakam memiliki delapan area termasuk Tunu, Peciko, Sisi, Nubi, dan Mahakam Selatan.

"Bukan perkara mudah melupakan hari hari bersama Total di Blok Mahakam," ungkap President and General Manager TEPI, Arividya Noviyanto.

Arividya bukanlah muka baru bagi pekerja migas di Blok Mahakam. Selama hampir 23 tahun masa hidupnya dihabiskan untuk meniti karier hingga menjadi orang nomor satu di Total E&P Indonesie.

"Kami memberikan apresiasi bagi Pertamina yang menampung seluruh mantan karyawan kami dalam pengelolaan Blok Mahakam," ungkap Arividya yang segera undur diri.


Penulis : Staff Trendezia

Dimensi Sosial dalam Ibadah Zakat

January 02, 2018

Islam adalah agama yang mempunyai dua dasar yang harus di yakini dan di jalan [..]

Peredaran Vaksin Palsu, Kemana Peran Pemerintah?

January 02, 2018

Hari ini orang tua akan lebih waspada terhadap obat yang akan diberikan kepad [..]

UU Pilkada Terbaru Syarat dengan Kepentingan Elit Politik

January 02, 2018

Undang-undang Pilkada terbaru yakni Nomor 10 tahun 2016 telah resmi menjadi a [..]


Popular posts

Product Corner

Product CornerGalaxy Note 5 dan Galaxy Note 7, Cepat Mana?

Belakangan ini samsung telah merilis produk terbarunya galaxy note 7, kabarnya generasi samsung t [..]

August 31, 2016

Product CornerDaihatsu Sigra vs Toyota Calya, Pilih Mana?

Baru baru ini , mobil multi purpose vehicle  (MPV) LCGC, Toyota Calya dan Daihatsu [..]

August 03, 2016

Product CornerToyota Sienta Versus Honda Freed: Spesifikasi dan Fitur

Baru-baru ini,  Toyota meluncurkan produk terbarunya dengan nama Toyota Sienta. Meski secara [..]

July 27, 2016

Product CornerSama Sama Murah, Xiaomi Redmi 2 atau Smartfren Andromax R2 Canggih Mana?

Ketatnya persaingan dunia bisnis smarphone dan lesunya ekonomi dunia, banyak produsen teknologi i [..]

July 09, 2016

Product CornerLenovo Rilis Smartphone 8 Inch

Tahun ini bisnis tablet di Indonesia menurun ketimbang tahun kemaren. Namun bukan berarti menyuru [..]

June 29, 2016