Image
September 04, 2017 0 pts 13894

Jokowi: Membangun Negara dari Pinggiran Indonesia

Presiden Indonesia sekarang ini memang beda dengan para pendahulunya. Pak Jokowi sebutan akrabnya adalah sosok presiden yang dilahirkan dari kalangan keluarga sederhana. Ayah dan ibunya bukanlah siapa-siapa di negeri ini. Tapi takdir telah menjadikan dirinya menjadi seorang Presiden Indonesia. Iya,  si tukang kayu yang terkenal sederhana itu kini menjadi bapak dari Jutaan rakyat Indonesia.

Meski sekarang kritikan dan hinaan sering dialamatkan kepada dirinya, seperti: dituduh sebagai PKI, sering diolok-olok nama hewan, di do'akan keburukan atas dirinya. Beliau hanya nyengir. Dalam kamus Jokowi hanya kerja, kerja dan kerja serta mengabdi untuk Indonesia. Dalam alam  pikirannya cuma tersirat ingin membangun negara dari pinggiran Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh orang Indonesia, bukan mayoritas atau minoritas. Syahdan, kita harus bisa objektif melihat pretasi presiden kali ini.

Membangun  jalan Trans Papua dan Lintas Perbatasan Malaysia

Papua yang selama ini kurang tersentuh ihwal infrastruktur, kini diera Presiden Jokowi mitos pembangunan itu mulai terbongkar dengan dibangun jalan trans Papua. Padahal, di era presiden sebelumnya belum tersentuh. Bahkan perluasan pembangunan jalan juga dilakukan presiden Jokowi di sepanjang perbatasan Malaysia dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara sepanjang 1900 Km. Di Kalimantan pula dibangun jalur Kereta Api.

Membangun Jalur  Kereta Api di  Sulawesi

Selama ini, Jawa menjadi pusat pembangunan jalur kereta api sebagai penghubung antar kota. Kini, di era Presiden  Jokowi,  pembangunan jalur kereta tidak hanya berpusat di Jawa, kota-kota di Sulawesi kini sudah mulai dibangun jalur kereta api.  Jalan bebas hambatan juga sudah mulai dibangun di Sumatera,yang menyambungkan dari Aceh sampai Lampung. 

Membangun 7 waduk , Bandara dan Pelabuhan

Dalam waktu 3 tahun, Presiden Jokowi  sudah berhasil membangun 7 waduk di NTT, LRT, MRT di Jakarta dan Palembang. Pelabuhan dan Bandara di seluruh Indonesia. Bahkan, waktu 3 tahun sudah melobby hasil bumi kita akan di barter dengan teknologi tingkat tinggi negara lain.


Penulis : Redaksi Trendezia

Dimensi Sosial dalam Ibadah Zakat

September 04, 2017

Islam adalah agama yang mempunyai dua dasar yang harus di yakini dan di jalan [..]

Peredaran Vaksin Palsu, Kemana Peran Pemerintah?

September 04, 2017

Hari ini orang tua akan lebih waspada terhadap obat yang akan diberikan kepad [..]

UU Pilkada Terbaru Syarat dengan Kepentingan Elit Politik

September 04, 2017

Undang-undang Pilkada terbaru yakni Nomor 10 tahun 2016 telah resmi menjadi a [..]


Popular posts

Product Corner

Product CornerGalaxy Note 5 dan Galaxy Note 7, Cepat Mana?

Belakangan ini samsung telah merilis produk terbarunya galaxy note 7, kabarnya generasi samsung t [..]

August 31, 2016

Product CornerDaihatsu Sigra vs Toyota Calya, Pilih Mana?

Baru baru ini , mobil multi purpose vehicle  (MPV) LCGC, Toyota Calya dan Daihatsu [..]

August 03, 2016

Product CornerToyota Sienta Versus Honda Freed: Spesifikasi dan Fitur

Baru-baru ini,  Toyota meluncurkan produk terbarunya dengan nama Toyota Sienta. Meski secara [..]

July 27, 2016

Product CornerSama Sama Murah, Xiaomi Redmi 2 atau Smartfren Andromax R2 Canggih Mana?

Ketatnya persaingan dunia bisnis smarphone dan lesunya ekonomi dunia, banyak produsen teknologi i [..]

July 09, 2016

Product CornerLenovo Rilis Smartphone 8 Inch

Tahun ini bisnis tablet di Indonesia menurun ketimbang tahun kemaren. Namun bukan berarti menyuru [..]

June 29, 2016